BLORA , MEDIA CAKRA NUSANTARA – Dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan ditunjukkan oleh Kepala SMP Negeri 3 Menden, Setiowati, S.Pd., M.Pd.. Meski harus menempuh perjalanan sejauh 57 kilometer dari rumah menuju sekolah setiap hari dengan sepeda motor yupiter hal itu tak pernah menjadi penghalang dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin sekolah di wilayah pinggiran.
Sejak dipercaya memimpin sekolah tersebut pada 19 Mei 2025, Setiowati menunjukkan komitmen luar biasa. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 04.40 WIB dan tiba di sekolah pukul 06.10 WIB apabila perjalanan lancar tanpa berhenti. Namun jika singgah sejenak untuk istirahat dan peregangan, ia tiba sekitar pukul 06.20 WIB.

Di usianya yang kini 49 tahun dan akan memasuki usia 50 tahun pada September mendatang, semangat Setiowati justru dikenal layaknya anak muda. Energi, ketekunan, dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan menjadi inspirasi bagi guru maupun siswa.
Dalam kepemimpinannya, ia membawa Visi : Mewujudkan Peserta didik yang Optimal ( Optimis, Peduli, Tangguh, Inovatif, Mandiri, Aktif, Lestari) dan slogan yang membakar semangat seluruh warga sekolah:
“Pinggiran bukan berarti tertinggal, pelosok tetap bisa menjadi yang terdepan. Jangan merasa kecil hanya karena jauh. Kita yang paling dekat dengan mimpi-mimpi anak desa yang ingin terbang tinggi. Di pinggiran, pendidikan adalah harapan. Meski fisik di pinggiran, pikiran harus tetap global.”
Menurutnya, sekolah di daerah pinggiran memiliki peran penting sebagai benteng masa depan bangsa. Karena itu, ia selalu menanamkan optimisme kepada para pendidik dan peserta didik agar terus percaya diri serta berprestasi.

Setiowati juga dikenal dengan semangat kepemimpinan GERCEP, singkatan dari Gigih, Energik, Responsive, Cakap, Empati, dan Peduli. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah.
“Saya adalah CEO masa depan bagi anak-anak di sana. Jangan hanya sekadar bertugas, tapi jadilah legenda bagi mereka,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan dedikasi dan semangat tanpa batas, Setiowati, S.Pd., M.Pd. menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukan alasan untuk berhenti memberikan yang terbaik bagi pendidikan Indonesia.
(NAD)






