BLORA , MEDIA CAKRA NUSANTARA – Semangat transformasi pendidikan terus digaungkan SMAN 1 Cepu dalam menyambut masa depan digital. Kepala sekolah, Dr. Jerry Puspitasari, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk menciptakan ekosistem belajar yang relevan bagi generasi saat ini.

Menurutnya, dunia pendidikan tengah berada dalam perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan menghadirkan sistem pembelajaran modern yang kolaboratif, aktif, dan inovatif.
“Digitalisasi adalah napas baru pendidikan. Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang sesuai dengan karakter generasi Z dan Alpha, namun tetap membutuhkan dukungan sumber daya manusia serta sarana prasarana yang memadai,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, SMAN 1 Cepu terus berupaya mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar, salah satunya melalui penggunaan PID (Papan Interaktif Digital) di ruang kelas. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik.
Meski demikian, pihak sekolah juga mengakui bahwa kesiapan infrastruktur fisik masih menjadi tantangan penting. Sejumlah bagian gedung sekolah disebut mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan cepat agar kegiatan belajar berlangsung aman dan nyaman.
“Infrastruktur yang baik adalah syarat utama terciptanya lingkungan sehat bagi siswa untuk berkembang secara akademik maupun karakter,” tambahnya.

Selain perbaikan bangunan, kebutuhan sarana digital seperti kestabilan jaringan internet dan perangkat pendukung di setiap kelas juga dinilai sangat mendesak. Hal itu penting agar kurikulum berbasis teknologi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa.
Kabar mengenai program bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan renovasi sekolah rusak pun disambut penuh harapan. SMAN 1 Cepu berharap program tersebut dapat segera menjangkau sekolah-sekolah di daerah, termasuk Cepu.
Tak hanya itu, sekolah juga mengusulkan pembangunan lapangan indoor sebagai fasilitas pendukung kegiatan olahraga dan ruang serbaguna. Keberadaan lapangan tertutup dinilai penting untuk melindungi siswa dari cuaca ekstrem saat beraktivitas.
Dengan dukungan gedung yang kokoh, fasilitas modern, dan pembelajaran digital yang terus berkembang, SMAN 1 Cepu optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
(NAD)






