Home / PEMERINTAHAN / Pendidikan / Pemkab Blora Perketat Pengawasan Program MBG Usai 122 Siswa Diduga Keracunan

Pemkab Blora Perketat Pengawasan Program MBG Usai 122 Siswa Diduga Keracunan

Pemkab Blora Perketat Pengawasan Program MBG Usai 122 Siswa Diduga Keracunan

BLORA — MEDIA CAKRA NUSANTARA,- Pemerintah Kabupaten Blora bertindak cepat menyikapi kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah. Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sri Setyorini, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh kini tengah dilakukan sebagai langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa.

Dalam keterangannya, Wabup memastikan bahwa dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah telah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) hingga hasil laboratorium keluar.
“Untuk SPPG bersangkutan dihentikan sementara. Per tanggal 28 November sampai hasil lab keluar,” tegasnya.

Program MBG Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Setelah meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat di Rumah Sakit DKT Blora, Sri Setyorini menegaskan bahwa program MBG tetap dibutuhkan dan harus berlanjut. Namun, ia memastikan pengawasan akan diperketat dan evaluasi akan dilakukan setiap ada laporan terkait makanan MBG.
“MBG ini diinginkan untuk berlanjut oleh siswa yang memang membutuhkan. Namun setiap ada laporan, selalu kami evaluasi dan tindaklanjuti ke provinsi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kesehatan yang bergerak sigap menangani para siswa. “Kami berterima kasih kepada DKK yang langsung bergerak atas kejadian kemarin. Tim satgas juga sudah melakukan investigasi lapangan,” tambahnya.

Data Terbaru: 122 Kasus, 3 Siswa Masih Dirawat

Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Nur Betsia Bertawati, melaporkan perkembangan terkini penanganan kasus ini.
“Total terdapat 122 kasus dugaan keracunan, terdiri dari 117 pasien rawat jalan dan 5 pasien rawat inap. Saat ini, masih dirawat inap 2 pasien di RS DKT dan 1 pasien di RSUD dr. Soetijono Blora,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tim Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan pengecekan langsung ke lokasi SPPG terkait. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan di Semarang.
“Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar sekitar satu minggu,” tambahnya.

Dinkes Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Dinkes Blora mengimbau masyarakat terutama orang tua siswa untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi laboratorium mikrobiologi yang akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti insiden ini.

Pemkab Blora memastikan bahwa segala langkah perbaikan dan pengawasan program MBG akan diperketat demi keamanan dan kesehatan para peserta didik di seluruh wilayah Kabupaten Blora.
(SAM)