BLORA – MEDIA CAKRA NUSANTARA,- Senin (01/12/2025), bertempat di Balai Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, BUMDesa Gempol Jaya melaksanakan sosialisasi Program GeMAR (Gerakan Menanam Anti Rugi) bekerja sama dengan PT ANTaM (Agro Nusantara Tani Milenial). Acara berlangsung mulai pukul 10.45 WIB hingga 13.30 WIB dan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari Kepala Desa beserta perangkat, pengurus BUMDes, para petani, serta perwakilan PT ANTaM.
Program GeMAR ini merupakan bentuk implementasi pemberdayaan masyarakat desa sebagaimana diatur dalam Permendesa PDT tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan Permendesa terkait Pengembangan BUMDes, yang menekankan penguatan ekonomi lokal, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengelolaan usaha berbasis kemitraan.

Heru Mustika ketua BUMDesa Gempol Jaya menyampaikan bahwa program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan desa, dengan nilai manfaat mencapai Rp212.000.000 dan cakupan lahan seluas 26 hektare. Kemitraan dengan PT ANTaM menghadirkan dukungan modal tanam, pendampingan teknis management farming, serta model budidaya yang mengurangi risiko kerugian petani.
Para peserta, khususnya kalangan petani, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. Salah satu petani, Eka Wati, warga Dukuh Selogender, menyampaikan rasa terima kasihnya atas adanya Program GeMAR.
“Selama ini kami menanam dengan modal hutang. Kalau gagal panen, hutang ikut menumpuk. Dengan program ini, risiko itu bisa ditekan. Program GeMAR ini betul-betul solusi bagi petani seperti kami,” ungkapnya.
Acmad Rizqan selaku Direktur Teknis PT ANTaM menegaskan bahwa pola kerja sama ini tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga pendampingan hulu-hilir yang sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan ekonomi produktif.

Nurdiyanto Kepala Desa Gempol sangat mendukung dengan adanya program GeMAR dan kedepannya berharap menjadi Desa yang mandiri.
” program ini dapat menjadi titik awal penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan dan menjadi contoh penerapan regulasi Kemendesa terkait optimalisasi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdiyanto selaku Kades Desa Gempol.
Dengan adanya program ini, Desa Gempol diharapkan semakin mandiri dalam sektor pangan sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi petani untuk berkembang tanpa harus terbebani risiko kerugian sebagaimana yang sering mereka alami sebelumnya.
(NAD)






