BLORA – MEDIA CAKRA NUSANTARA,- Aspirasi masyarakat Kabupaten Blora terkait pengelolaan sumur minyak rakyat kembali disuarakan. Kali ini datang dari Forum Pemberdayaan Masyarakat Blora (FPMB) yang meminta agar mplementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 dijalankan secara humanis, dialogis, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Aspirasi tersebut disampaikan oleh Yuwono, yang akrab disapa Mbah Yayun Jenar, selaku Koordinator Forum Pemberdayaan Masyarakat Blora.
FPMB menyampaikan harapan dan masukan resmi kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah terkait pelaksanaan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang pengelolaan sumur minyak masyarakat.
Surat aspirasi tersebut disampaikan pada 17 Januari 2026.
Aspirasi ini berfokus pada Kabupaten Blora, wilayah yang dikenal sebagai daerah dengan banyak sumur minyak masyarakat dan sumur tua peninggalan sejarah perminyakan nasional.
Menurut Yuwono, sumur minyak masyarakat saat ini telah menjadi tumpuan ekonomi rakyat kecil. Oleh karena itu, penerapan regulasi negara tidak boleh dilakukan secara kaku atau represif, melainkan harus menjadi solusi yang menyejahterakan dan mencegah konflik sosial.
” Regulasi negara seharusnya hadir bukan sebagai penonton yang menegur dari jauh, tetapi sebagai orang tua yang membimbing dengan bijak,”ujar Yuwono / Mbah Yayun Jenar dalam pernyataanya dengan tegas dan lantang .
FPMB berharap implementasi Permen ESDM 14/2025 di Blora dilakukan dengan:
- Melibatkan masyarakat secara aktif agar rakyat merasa memiliki aturan tersebut.
- Mengikutsertakan tokoh masyarakat dan tokoh ekonomi lokal agar kebijakan tidak berbenturan dengan realitas lapangan.
- Mengedepankan dialog dan pendekatan humanis.
- Mencegah potensi konflik sosial agar legalisasi menjadi solusi, bukan sumber keresahan.
Yuwono menegaskan bahwa pihaknya percaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki niat baik untuk menata pengelolaan migas agar berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
” Minyak boleh panas, tapi suasana sosial jangan ikut mendidih, ” ujarnya dengan nada reflektif ketika dikonfirmasi awak media.
Melalui aspirasi ini, Forum Pemberdayaan Masyarakat Blora berharap regulasi dan rakyat dapat berjalan seiring sehingga ketahanan energi nasional dapat tercapai tanpa mengorbankan ketentraman sosial di daerah penghasil migas seperti Blora.
(Red)






