Home / MIGAS / SAMIDI BLORA MAJU dengan MEMBANGUN INDUSTRI BERBASIS GAS DAN KILANG MINYAK UNTUK KEMAKMURAN DAERAH

SAMIDI BLORA MAJU dengan MEMBANGUN INDUSTRI BERBASIS GAS DAN KILANG MINYAK UNTUK KEMAKMURAN DAERAH

BLORA – MEDIA CAKRA NUSANTARA,- Kabupaten Blora, Jawa Tengah berada di persimpangan sejarah baru dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Dengan cadangan gas bumi yang signifikan dan sejumlah wilayah kerja migas, Blora berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri berbasis gas dan pusat hilirisasi migas, mengikuti jejak Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur yang dikenal sebagai daerah dengan kawasan industri berbasis gas.

Blora memiliki potensi cadangan gas bumi yang besar di berbagai wilayah kerja seperti Blok Cepu dan Blok Gundih, yang selama ini menjadi penghasil migas utama di daerah. Industri hulu migas telah menyumbang sekitar 21,84% terhadap PDRB Kabupaten Blora pada tahun 2023, menunjukkan peranan besar migas dalam ekonomi lokal. ( Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Blora)

Kerja sama operasi juga telah dilakukan oleh Pertamina EP dan Kvell Energy dalam mengelola empat lapangan migas di Blora, sebagai langkah strategis memperkuat produksi migas di daerah. ( Sumber : PERTAMINA)

Pemerintah Kabupaten Blora dan Bupati Arief Rohman mendorong optimalisasi potensi migas untuk kesejahteraan masyarakat.

SKK Migas,sebagai regulator hulu migas nasional.

KKKS dan investor migas seperti Pertamina EP, Kvell Energy, TIS Petroleum E&P Blora, serta pihak lainnya yang terlibat dalam kegiatan produksi dan eksplorasi. ( sumber : phe.pertamina.com)

Upaya pengembangan migas Blora terus berjalan hingga saat ini, dengan kerja sama yang ditandatangani sejak 2022 oleh KKKS dan kemajuan komersialisasi gas dilaporkan pada awal 2024. ( Sumber : phe.pertamina.com )

Potensi terbesar ditemukan di Blok Cepu (termasuk wilayah Blora bagian barat dan timur), serta lapangan-lapangan lain seperti Kedinding, Lusi, Metes, dan Petak yang tersebar di berbagai kecamatan Blora.

  1. Potensi Ekonomi Besar Pengelolaan migas yang optimal dapat menjadi berkah bagi Blora, bukan sekadar sumber daya yang diekspor keluar, tetapi sebagai pendorong industri domestik.
  2. Pendapatan Daerah Meningkat Dengan skema participating interest minimal 10% plus DBH migas hingga 15%, Blora memiliki prospek peningkatan PAD signifikan di masa depan.
  3. Kontribusi Terhadap Ketahanan Energi Nasional Gas dari Blora bisa membantu menutup defisit gas nasional sekaligus memenuhi kebutuhan sektor industri dalam negeri.

Untuk mewujudkan Blora sebagai kawasan industri berbasis gas seperti di Penajam Paser Utara, rencana strategis mencakup:

Optimalisasi Infrastruktur Gas Membangun jaringan pipa gas regional dan fasilitas processing untuk mendukung industri downstream.

Pengembangan Kawasan Industri Gas Menarik investor melalui insentif khusus kawasan industri energi yang memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku utama.

Pendirian Kilang Minyak Lokal Mendirikan fasilitas kilang mini atau terminal hulu-hilir yang bisa mengolah minyak mentah dan gas secara lokal, sehingga mendorong nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Kolaborasi BUMD & Investasi Swasta Mendorong BUMD seperti PT Blora Patra Energi serta pihak swasta untuk investasi hilirisasi migas di Kabupaten Blora. ([litbang.blorakab.go.id][5])

Sebagai contoh inspiratif, di Penajam Paser Utara, pengembangan industri berbasis gas telah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berkat keberadaan infrastruktur energi dan kawasan industri yang terintegrasi. Blora berpotensi mengadopsi model ini dengan memanfaatkan cadangan gas yang tersedia serta kebijakan pemerataan bagi hasil.

Reaksi Pemangku Kepentingan

Bupati Blora dan berbagai pihak legislatif telah menegaskan bahwa pengelolaan migas harus menjadi berkah, bukan kutukan bagi daerah. Ini melibatkan strategi peningkatan investasi, perbaikan regulasi, dan peningkatan kapasitas pengelolaan migas di tingkat lokal.

Kesimpulan:
Dengan cadangan gas yang signifikan, dukungan regulasi, dan sinergi antara pemerintah, BUMD, dan investor, Blora berpeluang besar menjadi kawasan industri berbasis gas plus pusat kilang migas terpadu. Langkah ini tidak hanya akan memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menempatkan Blora sebagai daerah strategis dalam peta energi nasional.
(Red)