BLORA – MEDIA CAKRA NUSANTARA,— Aspirasi masyarakat terkait hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Blora resmi disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Aspirasi tersebut disuarakan oleh Aliansi Blora Cinta Damai melalui surat tertanggal 22 Desember 2025 yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah cq. Bupati Blora.
Dalam surat itu, Aliansi Blora Cinta Damai menegaskan pentingnya pengelolaan migas di Blora tidak hanya berhenti sebagai daerah penghasil, tetapi juga mampu masuk ke tahap hilirisasi secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai strategis untuk memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat serta mewujudkan tata kelola migas yang tertib, aman, dan berkeadilan.

Blora yang dikenal memiliki potensi migas cukup besar, termasuk wilayah sekitar Wonocolo Bojonegoro dan Bleboh Blora, diharapkan dapat berkembang menjadi daerah pengelola migas yang profesional. Hilirisasi migas diyakini mampu menekan praktik pasar gelap, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Admin Gubernuran Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (23/12/2025) pukul 07.10 WIB telah meneruskan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Selanjutnya, pada pukul 07.21 WIB, Pemkab Blora menyampaikan bahwa laporan tersebut telah diverifikasi dan mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Blora Patra Energi (BPE), Giri Nur Baskoro, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp maupun sambungan telepon, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Aliansi Blora Cinta Damai berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun kabupaten, serta menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor migas ke depan demi kemajuan dan martabat masyarakat Blora.
(SAM)





