Home / PEMERINTAHAN / Pendidikan / Lima Bulan Absen karena Duka, Siswa SMPN 1 Sambong Kembali Sekolah Berkat Pendekatan Aliansi Indonesia

Lima Bulan Absen karena Duka, Siswa SMPN 1 Sambong Kembali Sekolah Berkat Pendekatan Aliansi Indonesia

BLORA, MEDIA CAKRA NUSANTARA – Setelah lima bulan tidak masuk sekolah akibat duka mendalam dan beban keluarga, seorang siswa kelas 8G SMP Negeri 1 Sambong akhirnya kembali melanjutkan pendidikannya. Ia adalah Aditiya Nur Pratata, warga RT 02 RW 04 Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.
Aditiya tercatat tidak masuk sekolah sejak bulan September 2025. Kondisi itu terjadi setelah ibu kandungnya, almarhumah Endang Setyowati, meninggal dunia. Sementara sang ayah bekerja di luar kota. Sejak saat itu, Aditiya tinggal bersama nenek dari pihak ibunya.
Dalam situasi tersebut, Aditiya tidak hanya diliputi rasa kehilangan, tetapi juga kecemasan karena harus ikut mengasuh adik perempuannya yang masih berusia 5 tahun. Kurangnya perhatian orang tua membuat beban mentalnya semakin berat hingga memilih tidak masuk sekolah selama kurang lebih lima bulan.
Titik terang muncul ketika Aliansi Indonesia DPC Blora melakukan pendekatan persuasif. Sekretaris DPC Blora, Selamet Heri Widodo, turun langsung memberikan motivasi dan dorongan agar Aditiya tetap semangat menatap masa depan melalui pendidikan.
“Alhamdulillah, tepat pada 3 Februari 2026 Aditiya kembali masuk sekolah. Kami berjuang demi kemanusiaan dan sosial. Kami ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk menakut-nakuti,” ujar Selamet Heri Widodo.

Plt Kepala SMP Negeri 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut. Menurutnya, pihak sekolah juga terus berupaya mengembalikan siswa yang berisiko putus sekolah agar tetap mendapatkan hak pendidikannya.
“Kami berterima kasih atas perjuangan dari Aliansi Indonesia DPC Blora yang telah membantu mengembalikan Aditiya untuk belajar kembali. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bersama dapat menyelamatkan masa depan anak,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Gadu, Andik Subeno, Amd, menilai pendekatan yang dilakukan Aliansi Indonesia sangat positif. Ia menyebut kembalinya Aditiya ke bangku sekolah setelah absen lima bulan merupakan kemenangan kecil bagi masa depannya.
“Langkah ini menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat, sekolah, dan lembaga swadaya masyarakat dapat menjadi jembatan komunikasi antara anak, orang tua, dan pihak sekolah,” kata Andik Subeno

.

Kembalinya Aditiya ke ruang kelas menjadi harapan baru, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi sosial mampu mencegah anak-anak kehilangan hak atas pendidikan di tengah situasi sulit.

(Redaksi)

Tagged: