Home / HUKUM & KRIMINAL / Oknum Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung Dicopot Usai Video Arogansi Viral, Organisasi Ambil Langkah Tegas

Oknum Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung Dicopot Usai Video Arogansi Viral, Organisasi Ambil Langkah Tegas

BLORA , MEDIA CAKRA NUSANTARA – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan arogan seorang pria yang mengaku sebagai oknum Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, viral di media sosial dan memicu kecaman publik.
Dalam video tersebut, pria berbaju hitam dengan atribut organisasi tampak terlibat cekcok dengan pengelola tempat hiburan malam. Keributan diduga dipicu karena permintaannya untuk mendapatkan fasilitas kamar gratis (free room) tidak dipenuhi. Situasi semakin memanas saat yang bersangkutan melontarkan kata-kata kasar serta ancaman kepada pihak pengelola.
Tak hanya itu, oknum tersebut juga disebut-sebut mengaku memiliki kedekatan dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menekan pihak lain.
Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat yang menilai perilaku itu mencoreng nama organisasi serta mencerminkan arogansi dan penyalahgunaan atribut organisasi untuk kepentingan pribadi.


Langkah Tegas Organisasi
Menanggapi kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Blora bergerak cepat dengan menjatuhkan sanksi tegas. Melalui Surat Keputusan Nomor: 001/SK/DPC/GRIB-BLORA/IV/2026, organisasi resmi memberhentikan dan membekukan keanggotaan oknum yang bersangkutan.
“Sunoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Randublatung, resmi diberhentikan dan dibekukan keanggotaannya,” demikian bunyi keputusan tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC GRIB Jaya Kota Semarang, Hasan, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya langsung merespons kejadian tersebut setelah menerima informasi dan video yang beredar.
“Saya baru tahu dan minta video dikirim ke saya. Terima kasih atas informasinya. Untuk yang bersangkutan sudah langsung kami ambil tindakan tegas,” ujarnya melalui pesan singkat, Senin (6/4/2026).
Hasan juga menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga marwah dan disiplin internal. Saat ini, proses pembinaan organisasi disebut berada di bawah koordinasinya selaku Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota organisasi untuk menjaga etika dan tidak menyalahgunakan atribut maupun nama besar organisasi demi kepentingan pribadi.

(Redaksi)

Tagged: