BLORA, MEDIA CAKRA NUSANTARA – Kerja keras dan ketekunan menjadi kunci sukses Parmin (37), pemuda asal RT 03 RW 02 Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Berbekal semangat pantang menyerah, suami dengan dua anak ini berhasil mengembangkan usaha barang bekas (rongsok) yang kini menjangkau wilayah Kecamatan Sambong hingga Cepu.

Setahun lalu, Parmin memulai usahanya dengan sederhana. Ia berkeliling menggunakan sepeda motor yang dilengkapi tombong untuk mengumpulkan barang bekas dari warga. Dengan pendekatan ramah dan sistem jemput langsung ke rumah pelanggan, ia perlahan membangun kepercayaan masyarakat.
Kerja kerasnya kini membuahkan hasil. Jika dulu hanya menggunakan kendaraan roda dua, kini Parmin telah memiliki mobil pick up bak terbuka jenis Cary untuk menunjang aktivitas usahanya. Pelanggannya pun terus bertambah hingga mencapai ratusan orang yang tersebar di wilayah Sambong dan Cepu.
Dalam menjalankan usahanya, Parmin dikenal sigap dan responsif. Di era perkembangan teknologi saat ini, pelanggan cukup menghubunginya melalui ponsel, dan ia langsung berangkat tanpa menunda.
“Ibarat dapat untung sedikit tapi pelanggan banyak, Alhamdulillah hasilnya tetap banyak. Prinsip kami kalau pelanggan telepon langsung sat-set, supaya tidak menunggu lama. Menunggu itu bikin jenuh,” ujar Parmin, yang akrab disapa Menco oleh para pelanggannya.
Setiap pekan, Parmin bekerja lima hingga enam hari, mulai pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 14.30 WIB, dari Senin hingga Jumat atau Sabtu. Pada Jumat atau Sabtu sore, ia pulang ke rumahnya sebelum kembali beraktivitas pada Senin pagi.
Selama menjalankan usaha di wilayah Sambong dan sekitarnya, Parmin tinggal di rumah ibunya, Sariani, di RT 06 RW 03 Dukuh Delok/Cerme, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong. Ibunya merupakan warga asli daerah tersebut yang selalu mendukung perjuangan sang anak.
Tokoh masyarakat Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Raden Teguh Satrio, menilai Parmin sebagai sosok pemuda yang ulet dan tangguh.
“Dia cepat beradaptasi dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sering bercanda sehingga masyarakat senang. Walaupun penampilannya sederhana dan terkesan kumuh karena pekerjaannya, tapi sebenarnya ini sosok CEO yang menyamar,” ujar Raden Teguh Satrio dengan tegas.
Kisah Parmin menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari hal besar. Dengan kerja keras, kejujuran, serta pelayanan yang cepat dan penuh tanggung jawab, usaha kecil pun dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
(Redaksi)






